Ular Welang (Bungarus fasciatus Schneider, 1801) / Banded Krait

Penamaan ular welang mengacu pada motif warna tubuh yang belang hitam putih atau hitam kuning melintang yang mengelilingi tubuh. Pada bagian kepala terdapat motif yang menyerupai huruf “V”. Ular dari suku Elapidae ini memiliki bisa jenis neurotoksin yang cukup mematikan. Sekilas ular ini mirip dengan ular weling (Bungarus candidus), perbedaannya yaitu bentuk tubuh ular weling membulat sedangkan tubuh ular welang segi tiga. Selain itu pewarnaan pada bagian bawah tubuh ular weling putih polos, sedangkan pada bagian bawah tubuh ular welang yaitu berwarna belang. Aktif pada malam hari dan hidup di atas permukaan lantai tanah , memiliki habitat yang bervariasi mulai dari hutan, pemukiman manusia, habitat terganggu atau habitat rusak lainnya. Lebih menyukai daerah yang terbuka dan dekat dengan sumber air. Perkembang biakan secara ovipar, jumlah telur sekitar 4-14 butir. Pada saat bertelur, induk betina akan tinggal bersama hingga telur menetas. Mangsa ular ini yaitu mamalia kecil, kadal dan ular (Cox et al. 1998) . Ditemukan pada ketinggian 20-2300 m dpl. Persebarannya yaitu Bangla-desh, Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, Cina, India, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Vietnam dan Indonesia (Jawa, Kalimantan dan Sumatera). Catatan terbaru ditemukan di Lereng Selatan Merapi (Yudha et al. 2013).

Sumber pustaka:

Cox MJ, van Dijk PP, Nabhitabhata J, Thirakhupt K. 1998. A Photographic Guide to Snakes and Other Reptiles of Peninsular Malaysia, Singapore, and Thailand. New Holland Publishers Ltd.Stuart B, Nguyen TQ, Thy N, Vogel G, Wogan G, Srinivasulu C, Srinivasulu B, Das A, Thakur S, Mohapatra P. 2013. Bungarus fasciatus. The IUCN Red List of Threatened Species 2013: e.T192063A2034956. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2013-1.RLTS.T192063A2034956.en.

Yudha DS, Eprilurahman R, Hilmi MF, Muhtianda IA, Arimbi A. 2013. Ular welang, Bungarus fasciatus (Schneider, 1801), di Lereng Selatan Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta (ID).

Penulis: Heru Kurniawan

This entry was posted in Amfibi Reptil Kita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.