Bunglon Surai (Brochocela jubata Dumerin & Bibron, 1837) Great Crested Canopy Lizard

Bunglon Surai atau dalam bahasa latin Bronchocela jubata merupakan bunglon anggota dari Famili Agamidae yang umum di jumpai di semak, perdu dan pohon-pohon peneduh di kebun dan pekarangan. Gerigi di tengkuk dan punggungnya lebih menyerupai surai (jubata artinya bersurai), tidak seperti kerabat dekatnya Bronchocela cristatella (crista artinya jambul, mahkota). Gerigi ini terdiri dari banyak sisik yang pipih panjang meruncing na-mun lunak serupa kulit. Bunglon Surai hidup secara arboreal dan aktif pada siang hari untuk mencari mangsa berupa serangga. Di saat Bunglon merasa terancam, Ia akan mengubah warna kulitnya menjadi serupa dengan warna lingkungan sekitarnya, sehingga keberadaannya tersamarkan. Penyamaran demikian disebut mimikri. Uku-ran tubuh jantan dewasa 126,0-142,7 mm dan betina dewasa 104,0-137,3 mm serta memiliki warna tubuh yang umumnya hijau, tapi dapat berubah menjadi coklat atau hitam (Kurniati 2003). Bronchocela jubata memiliki sta-tus konservasi berisiko rendah (Least Concern) menurut IUCN Read List karena memiliki sebaran yang luas, umum ditemukan dan tidak terbatas pada satu jenis habitat. Bunglon Surai memiliki persebaran seperti Indonesia (Bali, Jawa, Kalimantan, Sulawesi), Filipina dan Thailand pada ketinggian antara 100 sampai 1400 m di atas per-mukaan laut.

Sumber pustaka:

Ineich, I. & Hallermann, J. 2010. Bronchocela jubata. The IUCN Red List of Threatened Species 2010: e.T170378A6772283. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2010-4.RLTS.T170378A6772283.en.

Kurniati H. 2003. Mengenal jenis-jenis londok di Taman Nasional Gunung Halimun. Fauna Indonesia. 5 (2): 18-19.

Penulis: Heru Kurniawan

This entry was posted in Amfibi Reptil Kita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.