Tokek (Gekko gecko Linnaeus, 1758) / Tokay Gecko

Gekko gecko yang memiliki suara khas “ tokek….tokek…tokek” merupakan salah ciri dari jenis ini, sehingga jenis ini disebut Tokek. Jenis ini memiliki cukup banyak nama daerah, menurut Departemen Kehutanan (2009) nama daerah Gekko gecko adalah tokek biasa, tokek rumah (Bahasa Indonesia), tokek (Sunda), teko, tekek (Jawa) dan tokkek (Sulawesi). Tokek memiliki warna yang khas yaitu warna yang mencolok dengan bintil-bintil kekuningan dan kemerahan yang tersebar di seluruh tubuh, serta warna dasar abu-abu keputihan. Menurut (Boulenger 1912) Tokek merupakan salah satu spesies dari famili Gekkonidae yang memiliki ukuran tubuh paling besar dibandingkan yang lainnya. Panjang tubuhnya mencapai 250 mm dengan panjang tubuh maksimal 350 mm (McKay 2006). Tokek hidup di pohon baik di hutan, kebun, maupun di pekarangan rumah serta dapat hidup berdampingan dengan manusia dengan cara menempel di dinding-dinding rumah atau bagian atas atap rumah. Jenis ini biasanya aktif dimalam hari untuk mencari makan berupa serangga dengan ukuran yang lebih kecil. Tokek peliharaan dapat memakan vertebrata kecil seperti burung, reptil, dan hewan pengerat seperti tikus (Bucol dan Alcala 2013). Persebarannya dari Timur Laut India ke Nepal dan Bangladesh, Myanmar, Thailand, Indochina, Cina Selatan, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Kepulauan Indo-Australasia Timur (Aowphol et al. 2006; Norval et al. 2011 dalam Bucol dan Alcala 2013). Di Indonesia persebaranya meliputi Sumatera, Bangka Belitung, Jawa, Madura, Lombok, Kalimantan, Sumba, Flores, Sulawesi, dan kepulauan Aru (Rooij 1915).

Sumber pustaka:

Boulenger GA. 1912. A Vertebrate Fauna of The Malay Peninsula. London: Taylor and Francis. Red Lion Court. Fleet Street.

Bucol A dan Alcala A. 2013. Tokay gecko, Gekko gecko (Sauria: Gekkonidae) predation on juvenile house rats. Herpetology Notes. 6: 307 308.

Departemen Kehutanan. 2009. Statistik Ekpor-Impor Hutan, Ekspor Tumbuhan dan Satwa Liar, Penerimaan Negara dari Perdagangan Tum-buhan dan Satwaliar ke Luar Negeri serta Kontribusi Subsektor Kehutanan terhadap PDB. Triwulan I. Tabel 14 hal 77-87. Jakarta: Depar-temen Kehutanan.

McKay JL. 2006. Reptil dan Amphibi di Bali. Krieger: Publishing company.

Rooij ND. 1915. The Reptiles of the Indo-Australian Archipelago I. Lacertilia, Chelonia Emydosauria with 132 illustrations. Leiden (NL): Brill EJ Ltd.

Penulis: Heru Kurniawan

This entry was posted in Amfibi Reptil Kita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.